IMG-LOGO
Berita

MAHASISWA KKN UMY EDUKASI WARGA DUSUN GONDANGSARI DENGAN PEMANFAATAN BUAH SALAK

Create By 28 August 2019 13 Views
IMG

Mranggen, 26 Agustus 2019 – Sebagai bentuk program kerja yang diberikan kepada Dusun Gondangsari, Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, mahasiswa KKN Kelompok 162 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan edukasi pelatihan mengenai Pemanfaatan Buah Salak.

Salak merupakan salah satu buah yang banyak tumbuh di Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, Magelang. Buah salak yang memiliki banyak manfaat ini diolah menjadi makanan khas, dodol salak. Hal tersebut dipilih karena dalam pembuatannya tidak terlalu rumit dan dapat bertahan lama. Sehingga, cita rasa dari buah salak tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama.

“Tujuan kami memilih mengadakan pelatihan pembuatan dodol salak, karena buah salak yang sudah diolah memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dijadikan buah tangan. Melihat sumber daya alam buah salak yang melimpah, sayang kalau tidak dimaksimalkan,” ujar Wahyu selaku Ketua KKN 162 UMY.

Pelatihan yang diadakan di rumah Kepala Dusun, Dusun Gondangsari sekaligus sebagai posko KKN 162 UMY dilaksanakan pada Minggu (25/8). Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu warga Dusun Gondangsari, dengan mendatangkan seorang narasumber yang memiliki pengalaman dalam pemanfaatan buah salak.

Ibu Rini Handayani, selaku Owner Sarisa Merapi, Pakem, Sleman membagikan pengalaman beliau selama 3 tahun terakhir dalam mengembangkan pemanfaatan buah salak bersama dengan ibu-ibu PKK Pakem. Ibu Rini berharap adanya pelatihan ini memberikan motivasi kepada ibu-ibu warga Dusun Gondangsari untuk terus konsisten mengembangkan olahan salak, sehingga dapat meningkatkan produktivitas warga dan memiliki brand olahan salak khas Dusun Gondangsari. Wahyu kembali menjelaskan, kegiatan pelatihan pemanfaatan buah salak ini merupakan salah satu program utama mahasiswa KKN UMY kelompok 162 dengan tujuan untuk memberikan wawasan mengenai cara pengolahan buah salak. Di samping itu, Wahyu berharap melalui pelatihan dodol salak ini dapat menjadi produk khas Dusun Gondangsari dan bisa meningkatkan produktivitas perekenomian warga.

“Kami melihat masyarakat disini kurang produktif, sedangkan banyak ibu-ibu muda. Jadi harapan kami, masyarakat Dusun Gondangsari khususnya ibu-ibu muda lebih produktif dan bisa mengolah salak sendiri, mandiri seperti itu,” imbuhnya.

IMG
IMG
IMG